Purwokero,- Seminar Sosialisasi Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2026 dengan tema Digital Entrepreneurship and AI-Powered Innovation berhasil diselenggarakan pada 25 Februari 2026 di Aula Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kewirausahaan mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan fakultas, di antaranya Wakil Dekan II, Wakil Dekan III, Ketua Jurusan Perikanan, Kepala Bagian Tata Usaha, para dosen, serta mahasiswa FPIK UNSOED. Seminar ini menghadirkan dua pemateri, yaitu Hery Irawan dan Indro Prakoso, dengan Lilik Setiyaningsih sebagai moderator. Acara dibuka oleh Wakil Dekan III, Teuku Junaidi, yang menekankan pentingnya kemampuan mahasiswa dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Ia menyampaikan bahwa kewirausahaan di era modern tidak hanya menuntut kreativitas, tetapi juga kemampuan memanfaatkan teknologi serta data dalam mengembangkan usaha. Menurutnya, PMW tidak sekadar menjadi program bantuan pendanaan, tetapi juga sarana pembelajaran untuk membentuk wirausahawan muda yang inovatif dan kompetitif.
Pada sesi pertama, Hery Irawan menjelaskan secara rinci mekanisme seleksi PMW 2026. Tahapan tersebut meliputi seleksi administrasi dan substansi proposal, presentasi serta wawancara, hingga tahap pengumuman akhir. Ia menegaskan bahwa proposal yang berkualitas harus disusun secara sistematis, memiliki analisis yang mendalam, serta menampilkan integrasi teknologi digital dan kecerdasan buatan secara nyata dalam konsep bisnis yang diajukan. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang realistis, rasional, serta tidak melampaui batas maksimal pendanaan sebesar Rp10.000.000 per kelompok. Peserta juga diingatkan bahwa pengunggahan proposal dalam bentuk soft file harus dilakukan paling lambat 9 April 2026 pukul 23.59 WIB melalui akun resmi universitas.
Pada sesi berikutnya, Indro Prakoso membahas pentingnya pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam membuka peluang bisnis baru bagi generasi muda. Ia menjelaskan bahwa transformasi digital dapat membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi operasional, memahami perilaku konsumen secara lebih akurat, serta mengambil keputusan bisnis berdasarkan analisis data. Dalam pemaparannya, ia juga memberikan beberapa contoh penerapan AI yang dapat dikembangkan oleh mahasiswa, seperti penggunaan chatbot untuk pelayanan pelanggan, analisis sentimen di media sosial, pemantauan kualitas air tambak berbasis data, hingga pengembangan produk olahan berbasis teknologi kecerdasan buatan. Ia menegaskan bahwa pemanfaatan AI dapat dimulai dari langkah sederhana dengan memanfaatkan berbagai tools yang tersedia untuk meningkatkan literasi digital mahasiswa.
Seminar yang dilaksanakan di Aula FPIK tersebut mendapatkan respons positif dari para peserta. Mahasiswa dari berbagai program studi mengikuti kegiatan ini dengan antusias dan aktif terlibat dalam sesi diskusi. Berbagai pertanyaan muncul, terutama terkait strategi integrasi AI dalam proposal PMW, teknik penyusunan RAB yang efektif, serta peluang pengembangan usaha berbasis teknologi di sektor perikanan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin siap merancang proposal PMW 2026 yang inovatif, realistis, serta memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Seminar sosialisasi ini juga menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem kewirausahaan kampus yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital serta pemanfaatan AI dalam dunia usaha.