Purwokerto, -Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Jenderal Soedirman mengambil langkah strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing di tingkat global. Melalui kerja sama dengan Wiyata Indo Global, FPIK UNSOED mengirimkan ratusan mahasiswa untuk mengikuti program magang internasional (internship) di Hokkaido, Jepang.
Kegiatan bertajuk Kampus Berdampak ini secara resmi dilepas oleh Dekan FPIK UNSOED, Endang Hilmi, pada periode semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 dengan total peserta sebanyak 149 mahasiswa. Keberangkatan gelombang pertama telah dilaksanakan pada Selasa, 3 Maret 2026, dengan jumlah 47 mahasiswa yang diberangkatkan menuju Hokkaido, Jepang. Adapun mahasiswa lainnya akan diberangkatkan secara bertahap dalam beberapa gelombang berikutnya sesuai dengan jadwal yang telah disiapkan oleh pihak Wiyata Indo Global.
Kerja sama antara FPIK UNSOED dan Wiyata Indo Global ini merupakan bentuk kemitraan strategis yang memiliki tujuan besar dalam pengembangan sumber daya manusia. Program ini tidak hanya dimaksudkan untuk memenuhi tuntutan kurikulum akademik, tetapi juga sebagai implementasi dari program Magang Berdampak yang dirancang untuk memberikan pengalaman kerja internasional kepada mahasiswa. Melalui program ini diharapkan dapat terbentuk sumber daya manusia di bidang perikanan yang kompeten, inovatif, dan berdaya saing global.
Selama mengikuti program magang di Hokkaido, para mahasiswa tidak hanya menjalankan aktivitas kerja, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mempelajari teknologi modern serta berbagai inovasi di sektor perikanan. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama berada di Jepang diharapkan dapat dibawa kembali ke Indonesia untuk mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan nasional. (MB)

