arsip fpik

PURWOKERTO – 24 Oktober 2026, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan nasional melalui kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), khususnya Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT). Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung pelaksanaan program Penangkapan Ikan Terukur (PIT) dan penyiapan calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun Anggaran 2027.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan yang berbasis data, ilmu pengetahuan, serta prinsip keberlanjutan. Melalui keterlibatan FPIK Unsoed, kapasitas akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengelolaan sumber daya perikanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kolaborasi ini juga sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan kajian ilmiah, menyediakan informasi yang relevan, serta mendukung penyusunan program pembangunan yang sesuai dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat.

Perkuat Peran Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Kelautan dan Perikanan

Dekan FPIK Unsoed, Prof. Dr. Ir. Endang Hilmi, S.Hut., M.Si., menyampaikan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam program strategis pemerintah merupakan peluang untuk memperkuat hubungan antara pengembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pembangunan di lapangan.

Melalui kolaborasi tersebut, FPIK Unsoed diharapkan dapat mengoptimalkan kompetensi sumber daya akademik, penelitian, dan pengalaman pendampingan masyarakat untuk mendukung pengelolaan perikanan yang lebih terencana dan berkelanjutan.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah merupakan langkah strategis untuk menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan pembangunan sektor kelautan dan perikanan. FPIK Unsoed memiliki komitmen untuk berkontribusi melalui penguatan kajian ilmiah, dukungan data, serta pengembangan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir dan nelayan,” demikian usulan pernyataan Dekan FPIK Unsoed.

Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya memperkuat pelaksanaan program pemerintah, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan riset terapan, pembelajaran mahasiswa, serta pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di sektor perikanan.

Dengan demikian, sinergi antara FPIK Unsoed dan KKP dapat menjadi sarana untuk meningkatkan relevansi kegiatan akademik sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan ekonomi biru Indonesia.

Dukung Penangkapan Ikan Terukur dan Kampung Nelayan Merah Putih 2027

Perwakilan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ade Setia Januar, S.Pi., M.Si., menjadi salah satu pihak yang berperan dalam penguatan komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi.

Program Penangkapan Ikan Terukur membutuhkan dukungan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai salah satu dasar pengelolaan sumber daya ikan. Sementara itu, penyiapan calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih memerlukan informasi mengenai karakteristik wilayah, potensi perikanan, kondisi infrastruktur, serta kebutuhan masyarakat setempat.

Dalam konteks tersebut, dukungan perguruan tinggi menjadi penting untuk memperkuat kajian, menyediakan informasi berbasis keilmuan, dan membantu memastikan bahwa perencanaan program mempertimbangkan kondisi serta potensi daerah.

“Kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat dukungan keilmuan dan kualitas data dalam pelaksanaan program perikanan tangkap. Sinergi ini juga penting untuk mendukung penyiapan program yang terencana, tepat sasaran, dan berorientasi pada keberlanjutan sumber daya perikanan serta kesejahteraan masyarakat nelayan,” demikian usulan pernyataan perwakilan DJPT KKP.

Melalui kolaborasi yang terarah, pemerintah dan perguruan tinggi dapat saling melengkapi dalam mendukung pengelolaan perikanan tangkap, pengembangan kawasan pesisir, dan penguatan ekonomi masyarakat yang menggantungkan kehidupannya pada sektor kelautan dan perikanan.

Tegaskan Komitmen FPIK Unsoed terhadap Ekonomi Biru

FPIK Unsoed memiliki peran penting dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang perikanan dan kelautan. Potensi keilmuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan, pengembangan kawasan pesisir, serta peningkatan kapasitas masyarakat.

Melalui kerja sama dengan KKP, FPIK Unsoed diharapkan dapat memperluas penerapan hasil penelitian, meningkatkan keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan berbasis kebutuhan masyarakat, serta memperkuat kontribusi akademik terhadap kebijakan pembangunan sektor kelautan dan perikanan.

Penguatan ekonomi biru membutuhkan pendekatan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pemanfaatan sumber daya laut dan perikanan perlu diimbangi dengan upaya menjaga kelestarian ekosistem, meningkatkan produktivitas secara bertanggung jawab, serta memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat pesisir.

Oleh karena itu, kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong pembangunan kelautan dan perikanan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada keberlanjutan sumber daya dan kesejahteraan masyarakat.

Perluas Sinergi Pemerintah dan Perguruan Tinggi

Kolaborasi FPIK Unsoed dengan DJPT KKP diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan sinergi nasional antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan.

Melalui dukungan penelitian, penguatan data, pengembangan sumber daya manusia, serta pengabdian kepada masyarakat, perguruan tinggi dapat berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan pengelolaan perikanan dan pembangunan kawasan pesisir.

Ke depan, sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong semakin luasnya pemanfaatan hasil riset dalam perumusan kebijakan dan pelaksanaan program pembangunan. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, FPIK Unsoed dan KKP diharapkan dapat memperkuat implementasi ekonomi biru sekaligus mendukung terwujudnya sektor kelautan dan perikanan Indonesia yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.