arsip fpik

Purwokerto, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar pertemuan evaluasi kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah pada Selasa, 28 April 2026 di Ruang Dekan FPIK Gedung A. Pertemuan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Dekan FPIK Unsoed, Prof. Dr. Endang Hilmi, S.Hut., M.Si., IPU. menekankan pentingnya transfer knowledge dari mitra kepada mahasiswa sebagai bagian dari implementasi kerja sama yang berdampak langsung terhadap peningkatan kompetensi lulusan. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman praktis dan pemahaman lapangan terkait pengelolaan sumber daya perikanan. 

Perwakilan DKP Provinsi Jawa Tengah, Iman Kadarusman, S.Pi. selaku Kepala Bidang Usaha Dan Pengembangan Komoditas, menyampaikan beberapa program dan potensi kerja sama yang telah berjalan maupun yang dapat dikembangkan ke depan. Beberapa di antaranya meliputi bidang pengendalian pemanfaatan sumber daya perikanan, kegiatan usaha perikanan di perairan umum daratan, serta pengembangan program minapadi di wilayah Panembangan melalui pemberdayaan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) dan Kelompok Pengolah Serta Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar) agar dapat naik kelas.

Selain itu, DKP Provinsi Jawa Tengah juga menyampaikan adanya fasilitas budidaya di Desa Singosari dan Desa Tambaksogra yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi mitra pembelajaran dan pengembangan kegiatan bersama antara DKP dan FPIK Unsoed.

Pada kesempatan yang sama, Ibu Prima Saptaningsih menjelaskan bahwa Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FPIK Unsoed dan DKP Provinsi Jawa Tengah akan berakhir pada Oktober 2026 dan direncanakan untuk diperpanjang dalam bentuk Rencana Kerja (RK) dengan durasi selama tiga tahun. Evaluasi juga akan dilakukan terhadap lima ruang lingkup kerja sama yang telah berjalan selama ini.

Dalam diskusi tersebut, turut dibahas tantangan integrasi produk perikanan antarwilayah di beberapa pemerintah daerah, meliputi Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap. Selain itu, muncul pula usulan pengembangan desa konservasi yang nantinya akan mempertimbangkan lokasi pelaksanaan serta pihak-pihak yang terlibat dalam program tersebut.

Sebagai langkah awal penguatan program unggulan, peserta rapat juga mendorong penentuan satu komoditas unggulan yang dapat dikembangkan secara fokus dan berkelanjutan, salah satunya komoditas udang galah.

Melalui evaluasi ini, diharapkan kerja sama antara FPIK Unsoed dan DKP Provinsi Jawa Tengah dapat semakin optimal dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pemberdayaan sektor perikanan dan kelautan di wilayah Jawa Tengah.