PURWOKERTO – Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Jenderal Soedirman (FPIK Unsoed), Prof. Endang Hilmi, menghadiri dan menjadi salah satu pembicara kunci dalam rangkaian diskusi Kongres IV Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Jumat (23/10/2026). Acara strategis ini turut dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono.
Forum yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi ini menyoroti berbagai isu krusial maritim nasional, seperti penurunan minat generasi muda terhadap ilmu kelautan, kesenjangan antara kurikulum perguruan tinggi dengan kebutuhan industri, hingga tantangan kolaborasi lintas sektor.
Menjawab Tantangan Gen Z melalui Kurikulum Modern dan Adaptif
Mewakili Forum Dekan Perikanan dan Kelautan, Prof. Endang Hilmi menekankan perlunya evaluasi mendalam terhadap kurikulum dan gambaran karier yang ditawarkan kepada mahasiswa. Dominasi teori keilmuan dasar tanpa keterhubungan langsung dengan teknologi dan lapangan kerja berisiko mengurangi daya tarik ilmu kelautan bagi Generasi Z.
"Generasi muda mengharapkan pembelajaran yang berbasis praktik, terintegrasi dengan teknologi digital, berorientasi pada dunia kerja, serta membuka ruang bagi kewirausahaan dan pengalaman internasional. Kurikulum ilmu kelautan harus tetap kokoh pada fondasi sains, tetapi adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat," ujar Prof. Endang.
Beliau menambahkan bahwa penguatan kompetensi pada pengelolaan lingkungan, analisis dampak lingkungan, ekonomi maritim, hingga inovasi teknologi mutlak diperlukan melalui program magang terintegrasi.
Pendorong Blue Economy dan Nilai Tambah Industri Kelautan
Selain kurikulum, Prof. Endang menyoroti pentingnya orientasi baru pendidikan tinggi yang memadukan blue economy dan blue industry. Menurutnya, nilai ekonomi ekosistem pesisir—seperti mangrove—sering kali kalah oleh kepentingan konversi lahan akibat kurangnya optimalisasi nilai tambah berbasis keberlanjutan.
Perguruan tinggi dituntut mencetak lulusan yang mampu bekerja di persimpangan sains, teknologi, bisnis, dan kelestarian lingkungan agar sektor kelautan tidak lagi dipandang sebagai sektor tradisional.
Tiga Rekomendasi Utama untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kongres IV ISKINDO 2026 menghasilkan tiga poin rekomendasi awal yang akan disampaikan langsung kepada Menteri Kelautan dan Perikanan:
- Penguatan Kurikulum Industri Biru: Penyesuaian kurikulum perguruan tinggi yang berorientasi pada kebutuhan industri, blue education, dan blue jobs.
- Optimalisasi Peran Asosiasi Profesi: Mendorong ISKINDO sebagai jembatan antara perguruan tinggi, alumni, dan dunia usaha untuk memfasilitasi magang serta penyerapan tenaga kerja.
- Pembangunan Ekosistem Kolaborasi Multi-Sektor: Membangun jejaring antara pemerintah, akademisi, BRIN, pelaku usaha, dan masyarakat pesisir untuk merumuskan solusi atas persoalan maritim nasional (seperti abrasi, banjir rob, dan rencana proyek Giant Sea Wall Pantura).
Melalui partisipasi aktif dalam forum ini, FPIK Unsoed menegaskan komitmennya untuk terus memodernisasi pendidikan kelautan, memperluas jejaring industri, dan menghasilkan lulusan yang siap menjadi pelopor pembangunan maritim Indonesia.
Humas FPIK Unsoed